General Check Up

Penilaian Pengguna: / 20
JelekBagus 

Mengapa Perlu General Check Up ?

Oleh karena banyak penyakit yang tidak secara langsung menimbulkan gejala yang jelas, tetapi proses penyakitnya sendiri tetap berlangsung menimbulkan kerusakan ke berbagai organ dalam tubuh kita. Contohnya penyakit kolesterol, trigliserida, gula dan asam urat, seringkali tidak menimbulkan keluhan pada penderita, namun kelainan tersebut menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah bagian dalam, baik pada pembuluh darah otak atau pembuluh darah jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan serangan mendadak seperti stroke dan serangan jantung.

Sebaiknya, berapa kali setahun kita melakukan General Check Up ?

Bila hasil General Check Up sebelumnya normal, sangat bijaksana bila anda melakukan General Check Up 1 tahun berikutnya, namun bila hasil General Check Up anda ada masalah, dianjurkan anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat dan pemeriksaan laboratorium lanjutan yang efektif dan efisien.

 

Pemeriksaan Laboratorium Difteri dan Mikrobiologi Klinik

Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 

Difteri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Penyakit difteri adalah penyakit menular akut pada tonsil, faring dan hidung, kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Timbulnya lesi yang khas disebabkan oleh toxin spesifik yang dilepas oleh bakteri. Lesi nampak sebagai suatu membran asimetrik ke abu-abuan yang dikelilingi dengan daerah inflamasi. Pengaruh toksin difteri pada lesi mukosa tidak jelas. Difteri harus selalu dipikirkan dalam membuat diferensial diagnosa pada infeksi bakteri (khususnya Streptococcus) dan viral pharyngitis, Vincent’s angina, mononucleosis infeksiosa, syphilis pada mulut dan candidiasis.

Masa inkubasi difteri 2-5 hari dengan gejala-gejala antara lain tenggorokan terasa sakit, diikuti dengan kelenjar limfe yang membesar dan melunak. Penyebab penyakit ini adalah Corynebacterium diphteriae dari biotipe gravis, mitis atau intermedius. Penyakit ini sering menyerang anak-anak namun seiring perkembangan zaman penyakit ini sudah sering kali menyerang dewasa sebagai karier.

 

Pemeriksaan Laboratorium Bakteriologi Sanitasi

Penilaian Pengguna: / 5
JelekBagus 

Pengujian terhadap sampel yang berasal dari lingkungan

■  Air ( Permenkes. RI. NO. 416/MENKES/PER/IX/1990)

  • Air Bersih
  • Air Kolam Renang
  • Air Pemandian Umum
  • Air Minum ( Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 )
  • Air Minum Dalam Kemasan ( SNI -01-3553-2006 )
  • Air Limbah / Limbah cair

( SK. Gubernur Jawa Timur No. 61 Thn 1999, mengenai baku mutu limbah Rumah Sakit )

■  Makanan ( Padat dan Cair )

  • Makanan siap saji / Jasa boga / Rumah makan / Restoran
  • Bahan Muntahan ( Sayur, buah, bumbu, daging, dll )
  • Makanan hasil Industri / Kemasan

   

Pemeriksaan Laboratorium Kimia Kesehatan & Toksikologi

Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 

I. Ruang Lingkup Pengujian

1. Uji Air

Pengujian terhadap parameter2 anorganik logam, anorganik non logam, dan parameter2 organik lainnya.

Jenis contoh uji :

  • Air  Minum (standar Permenkes 2010, standar SNI 2006)
  • Air Bersih (standar Permenkes 1990)
  • Air Limbah Industri (standar Peraturan Gub. Jatim 1999)
  • Air Limbah Domestik
  • Air Limbah Rumah Sakit
  • Air Badan Air ( Danau, Sungai, Laut )
 

UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diterbitkan.

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tanggal 15 Januari 2014, UU ini menggantikan Undang-Undang nomor 8 tahun 1974 juncto Undang-Undang nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Aparatur Negara di tahun 2012, ASN memiliki kekuatan dan kemampuan terbatas, karena asas merit tidak dilaksanakan secara efektif dalam manajemen SDM ASN. Hal itu ditunjukkan dengan rendahnya integritas, pengembangan kapasitas tidak dilaksanakan, kesejahteraan rendah, dan tidak berkeadilan.

Menuju tahun 2025, apalagi setelah disahkannya UU ASN, aparatur negara memiliki kekuatan dan kemampuan profesional kelas dunia, berintegritas tinggi, non parsial dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja tinggi, dan kesejahteraan tinggi. Serta dipercaya publik dengan dukungan SDM unggulan di bawah kepemimpinan presiden. UU ASN telah melalui 84 rapat, antara lain rapat para menteri yang dipimpin Wakil Presiden, rapat pejabat senior Kementerian terkait, dan tiga rapat terbatas kabinet yang dipimpin oleh Presiden. Pemerintah membutuhkan 2,5 tahun untuk menyiapkan RUU ASN sebelum akhirnya sampai di meja DPR-RI, yang akhirnya menjadi RUU inisiatif DPR.

   

Pengunjung Online

Terdapat 2 tamu yang online